www.arahberita.id – Penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) serta manajemen risiko semakin menjadi fokus bagi banyak perusahaan di Indonesia. Salah satunya adalah Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja (Perumdam TKR) Kabupaten Tangerang yang aktif melakukan peningkatan kapasitas dalam bidang ini.
Perumdam TKR menjalin kerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Banten untuk menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek). Kegiatan ini direncanakan berlangsung selama tiga bulan, dimulai dengan Entry Meeting yang diadakan di Aula Tirta, lokasi kantor Perumdam TKR.
Dalam acara pembukaan ini, Kepala BPKP Perwakilan Provinsi Banten, Rusdy Sofyan, hadir bersama jajaran pejabat dan seluruh Direksi Perumdam TKR. Direktur Utama Sofyan Sapar menegaskan bahwa fokus kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman manajemen risiko di seluruh aspek perusahaan.
Sofyan menambahkan bahwa di tengah tantangan ekonomi yang ada, perusahaan tetap mengedepankan program sosial seperti sambungan air gratis untuk fasilitas umum. Namun, dia menyatakan pentingnya melakukan evaluasi keuangan agar keberlanjutan perusahaan tetap terjaga.
Program sosial yang dijalankan Perumdam TKR bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Meskipun demikian, perusahaan tidak boleh mengabaikan aspek finansialnya agar proyek-proyek tersebut dapat terus berjalan.
Kegiatan Bimbingan Teknis sebagai Langkah Strategis
Kegiatan Bimtek ini merupakan langkah strategis dalam menjaga keberlangsungan operasional Perumdam TKR. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai manajemen risiko, diharapkan seluruh karyawan dapat memberikan kontribusi positif menuju tujuan perusahaan.
Rusdy Sofyan menjelaskan pentingnya setiap unit kerja untuk mampu mengidentifikasi risiko masing-masing secara mandiri. Dengan pendekatan ini, setiap bidang akan lebih siap dalam menghadapi potensi masalah yang mungkin muncul di kemudian hari.
Penerapan sistem Three Lines of Defense menjadi fokus dalam Bimtek ini. Hal ini melibatkan identifikasi risiko oleh unit kerja, pengelolaan oleh manajemen, dan pengawasan oleh Satuan Pengawas Intern (SPI).
Dengan sistem yang integratif ini, Perumdam TKR diharapkan dapat meningkatkan efektivitas manajemen risiko. Jika diterapkan dengan konsisten, kebijakan ini dapat menjadi model berkelanjutan untuk perusahaan lain di sektor yang sama.
Keberhasilan dari pelatihan ini sangat bergantung pada komitmen dan integritas seluruh jajaran manajemen. Dengan keseriusan yang tinggi, Perumdam TKR berpotensi menjadi panutan dalam penerapan manajemen risiko, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Pentingnya Manajemen Risiko dalam Operasional Perusahaan
Manajemen risiko yang efektif merupakan tulang punggung bagi perusahaan yang ingin beroperasi secara berkelanjutan. Dalam dunia bisnis yang penuh ketidakpastian, memiliki sistem manajemen risiko yang kokoh sangatlah penting.
Perumdam TKR bertekad untuk mengimplementasikan praktik terbaik yang tidak hanya menjamin pelayanan yang efisien, tetapi juga mengurangi risiko operasional. Dengan demikian, pelanggan akan merasakan dampak positifnya melalui layanan yang lebih baik.
Sofyan juga mengungkapkan bahwa penyesuaian tarif yang tengah dilakukan perusahaan harus sejalan dengan pelayanan yang diberikan. Ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa perusahaan tetap dapat beroperasi secara profitabel tanpa mengorbankan kualitas layanan.
Penting bagi perusahaan untuk memiliki kebijakan jelas mengenai manajemen risiko, termasuk aspek yang berhubungan dengan penipuan dan kecurangan. Langkah-langkah proaktif perlu diambil agar risiko-risiko tersebut dapat terdeteksi lebih awal.
Manajemen risiko yang baik akan memberikan kepercayaan lebih kepada masyarakat akan transparansi dan akuntabilitas perusahaan. Hal ini menjadi penting terutama bagi BUMD yang memiliki tanggung jawab sosial kepada masyarakat.
Upaya Berkelanjutan dalam Penguatan Tata Kelola Perusahaan
Penerapan GCG tidak hanya berfokus pada aspek internal perusahaan, tetapi juga mencakup dampak sosial yang lebih luas. Perumdam TKR berusaha untuk menjadikan tata kelola perusahaan sebagai bagian integral dari operasional hariannya.
Dari pelatihan ini, diharapkan peserta dapat menerapkan prinsip-prinsip GCG dalam pekerjaan sehari-hari. Dengan memahami pentingnya risiko dalam berbagai proyek, mereka akan lebih mampu melakukan pengambilan keputusan yang baik dan tepat waktu.
BPKP, sebagai lembaga pengawasan, berkomitmen untuk memberikan pendampingan yang diperlukan selama proses ini. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa setiap langkah yang diambil perusahaan sesuai dengan prinsip pengelolaan yang baik.
Dalam jangka panjang, Perumdam TKR berharap dapat melihat peningkatan signifikan dalam tata kelola perusahaan. Semua upaya ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Kabupaten Tangerang.
Dengan mengutamakan aspek sosial dan memastikan keuntungan bagi perusahaan, Perumdam TKR bertekad untuk menjadi perusahaan yang tidak hanya sukses secara finansial, tetapi juga memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat sekitar.


