www.arahberita.id – Pemerintah Kabupaten Lebak kini tengah melaksanakan proyek revitalisasi Alun-alun Rangkasbitung, yang menjadi salah satu prioritas Bupati Hasbi Jayabaya. Proyek ini mengusung anggaran sebesar Rp4,9 miliar dan diharapkan dapat selesai pada akhir tahun 2025, memberikan manfaat bagi masyarakat setempat dalam waktu dekat.
Kepala Dinas PUPR Lebak, Irvan Suyatuvika, menjelaskan bahwa proyek ini tidak hanya penting untuk penataan estetika, tetapi juga untuk menciptakan ruang publik yang bersih dan nyaman. Dengan kontrak yang dimulai pada 19 Agustus dan ditargetkan selesai pada 31 Desember 2025, keseluruhan proses diharapkan berjalan tepat waktu.
Pembangunan ini akan dilaksanakan oleh PT Multi Jaya Dikasa dan melibatkan berbagai aspek perbaikan infrastruktur. Dari mulai pendopo yang akan direnovasi hingga penambahan fasilitas-fasilitas publik yang mendukung kegiatan masyarakat sehari-hari.
Rencana Penataan dan Fasilitas Baru di Alun-alun
Revitalisasi yang direncanakan mencakup perbaikan pada area tanam di sekitar alun-alun, menambah lapangan olahraga, dan merancang jalur jogging yang nyaman. Semua ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas ruang terbuka publik di pusat kota.
Taman bermain yang akan dibangun juga diharapkan menjadi daya tarik bagi anak-anak dan keluarga. Dengan adanya fasilitas ini, masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih leluasa dan nyaman dalam suasana yang menyenangkan.
Menurut Irvan, keberadaan jalur lintasan untuk olahraga menjadi salah satu poin penting. Ini akan memungkinkan masyarakat untuk berolahraga secara rutin dan menjaga kesehatan fisik di area yang lebih hijau dan asri.
Harapan Terhadap Revitalisasi Alun-alun Rangkasbitung
Pemkab Lebak menargetkan bahwa alun-alun dapat berfungsi optimal sebagai ruang publik yang multifungsi. Ruang terbuka ini diharapkan menjadi pusat kegiatan masyarakat, seperti acara seni, pameran, dan pertunjukan.
Diharapkan, dengan adanya penataan ini, masyarakat bisa memanfaatkan alun-alun untuk berbagai aktivitas, baik bersosialisasi maupun bersantai. Pemkab percaya bahwa ruang publik yang baik dapat meningkatkan interaksi sosial di antara warga.
Dengan pembangunan infrastruktur yang memadai, masyarakat di Rangkasbitung memiliki lebih banyak pilihan untuk beraktivitas. Proyek ini juga dapat mendukung geliat ekonomi lokal, terutama bagi para pedagang kecil yang berjualan di area tersebut.
Keterlibatan Publik dalam Pengembangan Ruang Publik
Keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan dan pengembangan ruang publik sangat penting. Pemkab Lebak berencana untuk mengadakan forum diskusi agar suara masyarakat didengar, dan masukan mereka menjadi bagian dari proyek ini.
Hal ini mencerminkan keterbukaan pemerintah dalam melibatkan warga demi terciptanya ruang publik yang sesuai kebutuhan masyarakat. Masyarakat diharapkan dapat memberikan ide-ide kreatif yang akan meningkatkan kualitas alun-alun.
Melalui pendekatan partisipatif ini, diharapkan akan tercipta rasa memiliki terhadap ruang publik yang dibangun. Keberhasilan proyek ini tidak hanya bergantung pada fisik bangunan, tetapi juga pada peran aktif masyarakat di dalamnya.


