No Result
View All Result
  • Login
Arah Berita
  • Home
  • Banten
  • Nasional
  • Tangerang Raya
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • Home
  • Banten
  • Nasional
  • Tangerang Raya
  • Pilkada
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Arah Berita
No Result
View All Result

Akuntansi UNUSIA Menggugat TRANS 7

Akuntansi UNUSIA Menggugat TRANS 7

BacaJuga

Tokoh Agama dan Masyarakat Adat Desak Cabut IUP Merusak Ciptaan Tuhan di Pulau Kecil

Tokoh Agama dan Masyarakat Adat Desak Cabut IUP Merusak Ciptaan Tuhan di Pulau Kecil

Lisa Mariana Hadiri Sidang Perdana Gugatan Perdata Ridwan Kamil

Lisa Mariana Hadiri Sidang Perdana Gugatan Perdata Ridwan Kamil

www.arahberita.id – Tayangan Exposed Uncensored yang disiarkan oleh salah satu stasiun televisi swasta telah memicu kontroversi di kalangan akademisi muda. Protes datang terutama dari mahasiswa Program Studi Akuntansi di Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) yang merasa konten tersebut melanggar etika penyiaran.

Dalam pandangan mereka, tayangan itu tidak hanya berpotensi merusak nilai-nilai keagamaan, tetapi juga melukai budaya bangsa. Para mahasiswa menilai bahwa media seharusnya menjaga moralitas dan tidak menciptakan sensasi yang dapat merongrong harmoni sosial.

Beberapa mahasiswa mengungkapkan keprihatinan mereka tentang dampak tayangan ini terhadap akhlak masyarakat dan generasi muda. Mereka beranggapan bahwa media memiliki tanggung jawab besar dalam mencerdaskan publik, bukan justru menebar kebencian atau fitnah.

Protes dari Mahasiswa UNUSIA Mengenai Tayangan Kontroversial

Asep Alfarizi Yulianto, seorang mahasiswa semester V, menganggap tayangan tersebut sebagai bentuk sensasionalisme yang berbahaya. Dia menyatakan bahwa bukan hanya lembaga, tetapi juga nilai-nilai pendidikan agama Islam yang sebenarnya direndahkan oleh konten tersebut.

Dalam pernyataannya, Asep menegaskan bahwa media harus berperan dalam mengedukasi masyarakat. “Tayangan ini berisiko memicu perpecahan dalam masyarakat dan harus ditindak tegas oleh pihak berwenang,” tuturnya. Ia menekankan perlu adanya tanggung jawab moral dari pihak penyiar.

Selain itu, Sintia Nur Afifah, mahasiswa semester VII, juga menyoroti bentuk pelecehan yang terdapat dalam tayangan tersebut. Menurutnya, tindakan ini tidak hanya merendahkan para kiai, tetapi juga menghancurkan martabat tradisi keilmuan pesantren yang telah lama terbina.

Dampak Negatif Terhadap Nilai-nilai Keagamaan dan Budaya

Sintia menjelaskan bahwa media seharusnya berfungsi untuk mendidik masyarakat, bukan justru menjadi alat yang merusak. Ia mengajak Komisi Penyiaran Indonesia untuk bertindak lebih tegas dalam menyikapi tayangan-tayangan yang merusak tersebut.

“Sebagai mahasiswa UNUSIA, saya merasa berkewajiban untuk menegaskan bahwa penghinaan terhadap pesantren adalah pengabaian terhadap kontribusi besar mereka dalam membangun moral dan sosial Indonesia,” jelasnya. Dia berharap agar pihak penyiar bisa lebih bijak dalam memilih konten yang disajikan kepada publik.

Keluhan yang disampaikan mahasiswa UNUSIA ini mencerminkan suatu kesadaran baru di kalangan generasi muda Nahdlatul Ulama. Mereka merasa penting untuk menjaga nilai-nilai budaya dan agama dari komodifikasi yang dilakukan oleh media.

Pentingnya Etika Media dalam Penyiaran Publik

Lebih lanjut, Asep menegaskan fungsinya sebagai mahasiswa dan aktivis untuk melindungi nilai-nilai luhur. Dia menekankan bahwa kebebasan berekspresi tidak boleh menjadi alasan untuk merendahkan martabat suatu kelompok atau institusi.

“Kita harus memerangi konten-konten yang tidak bermoral ini dan berusaha untuk menciptakan masyarakat yang berakhlak,” kata Asep tegas. Dia dan teman-temannya berharap agar tayangan bermasalah seperti ini tidak terulang di masa depan.

Tindakan para mahasiswa ini patut dicontoh, sebab mereka mengambil sikap yang kritis terhadap tayangan media. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga sebagai pengawas dan penegak keadilan sosial.

Refleksi Akademik Atas Krisis Etika Penyiaran

Firyal Zulkarnain, mahasiswa semester V, juga angkat bicara mengenai hal ini. Dia menilai bahwa jika tayangan tersebut memang sesuai dengan realitas, maka merupakan bentuk ketidaketisan dari institusi tersebut. Terutama dalam konteks gelar kiai yang sangat dihormati dalam tradisi keagamaan.

Menurutnya, hal ini menimbulkan kontradiksi dengan pandangan masyarakat yang memandang tinggi posisi seorang kiai. Jika media tidak memperhatikan aspek etika dalam penyiarannya, maka akan mengganggu kepercayaan publik terhadap media itu sendiri.

Hal ini menjadi refleksi bagi kita semua, bahwa media harus berfungsi sebagai pilar moral dalam masyarakat. Pihak penyiar harus memiliki rasa tanggung jawab yang besar dalam menyebarkan informasi agar tidak mengedepankan sensationalisme yang merugikan.

Previous Post

Lumbung Pangan Sebagai Sumber Daya untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Next Post

Guru SMAN 1 Cimarga Kembali Mengajar, Ke mana Peran Orang Tua Saat Mediasi?

Rekomendasi

No Content Available

Sidebar

  • lensautama.id
  • wartafakta.id
  • kabarsuara.id
  • beritacepat.id
  • posbenua.id
  • metrosuara.id
  • lineberita.id
  • radarharian.id
  • tempoaktual.id
  • fokusnasional.id
  • pantauindonesia.id
  • sekilasnews.id
  • fokustempo.id
  • mediapos.id
  • bangsanews.id
  • terasfakta.id
  • indofakta.id
  • indotempo.id
  • rincilokal.id
  • lacakberita.id
  • cuplikdata.id
  • siarandaerah.id
  • nalarberita.id
  • narasiutama.id
  • pusatkabar.id
  • pantaupublik.id
  • teropongpublik.id
  • portalkabar.id
  • kilaswarta.id
  • cahayaberita.id
  • rekamfakta.id
  • pijarberita.id
  • detilberita.id
  • indokritis.id
  • citraberita.id
  • perskita.id
  • nusainfo.id
  • lintasbangsa.id
  • laporanmetro.id
  • lensapublik.id
  • citraharian.id
  • zonaliputan.id
  • liputanmetro.id
  • indoheadline.id
  • arahkabar.id
  • zonajurnalis.id
  • infobangsa.id
  • logikaberita.id
  • mediasiaran.id
  • rakyatupdate.id
  • infoheadline.id
  • beritakritis.id
  • suarawan.id
  • jurnalita.id
  • layardunia.id
  • fokuspagi.id
  • indonesiacek.id
  • saluranrakyat.id
  • livemetro.id
  • setarainfo.id
  • rakyatinfo.id
  • detaklokal.id
  • harianlokal.id
  • metromerdeka.id
  • opiniglobal.id
  • ulasutama.id
  • potretpublik.id
  • pantaukabar.id
  • infonyata.id
  • kupasin.id
  • lipututama.id
  • riliskini.id
  • layarkabar.id
  • rekamperistiwa.id
  • tapkabar.id
  • pintukabar.id
  • intipfakta.id
  • laporterbaru.id
  • serbuanews.id
  • detakmedia.id
  • realitaterkini.id
  • petaberita.id
  • intikabar.id
  • mediaagenda.id
  • sisiberita.id
  • jakartavnews.com
  • wartafokus.com
  • bicarapublik.com
  • pantaumedia.com
  • rilisutama.com
  • suaraperistiwa.com
  • stasiunfakta.com
  • kabartajam.com
  • wawasanberita.com
  • sinyalberita.com
  • penanasional.com
  • medianalar.com
  • metronarasi.com
  • publikraya.com

Kategori

  • Banten
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Pilkada
  • Tangerang Raya
Arah Berita

© 2025 ArahBerita - Media Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia. Seluruh hak cipta dilindungi.

Informasi Situs

  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi

Social Media

No Result
View All Result
  • Home
  • Banten
  • Nasional
  • Tangerang Raya
  • Pilkada
  • Pendidikan

© 2025 ArahBerita - Media Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia. Seluruh hak cipta dilindungi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?