www.arahberita.id – Bupati Tangerang, Banten, Moch Maesyal Rasyid menekankan bahwa penghulu memiliki peran yang jauh lebih besar dibandingkan sekedar mencatat pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA). Mereka juga berfungsi sebagai pemandu moral bagi masyarakat, pendidik dalam keluarga, dan teladan dalam akhlak.
Dalam acara pengukuhan Pengurus Cabang Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kabupaten Tangerang untuk periode 2024–2028, Maesyal memberikan harapan agar para penghulu dapat melaksanakan tugas dengan ikhlas, tanggung jawab, dan semangat pengabdian. Dia menambahkan bahwa keberadaan peran tersebut sangat vital dalam kehidupan sosial dan spiritual masyarakat.
“Selamat kepada yang dikukuhkan hari ini. Semoga amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh dedikasi,” ungkap Maesyal dalam siaran pers yang diterima. Acara tersebut diadakan di Aula Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tangerang dan menjadi momentum penting bagi para penghulu dalam menjalankan misinya.
Peran Vital Penghulu dalam Masyarakat dan Keluarga
Maesyal menjelaskan bahwa penghulu memiliki tanggung jawab dalam membina keluarga sakinah, mawaddah, warahmah. Konsep keluarga yang harmonis ini menjadi dasar bagi ketahanan sosial dan spiritual bangsa. Oleh karena itu, penghulu dituntut untuk menghadapi tantangan ini dengan profesionalitas dan integritas yang tinggi.
Selain itu, sikap akhlak yang mulia harus dimiliki oleh setiap penghulu dalam menjalankan tugasnya. Melalui keteladanan mereka, diharapkan bisa membangun masyarakat yang berakhlak baik dan mendukung terwujudnya keharmonisan sosial. Hal ini penting agar penghulu tidak hanya sekedar menjalankan tugas administratif tetapi juga menjadi panutan bagi masyarakat.
APRI berfungsi sebagai wadah yang memperkuat hubungan antara penghulu dan juga meningkatkan kapasitas serta kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan adanya organisasi ini, penghulu diharapkan dapat lebih efektif dalam melaksanakan tugas yang diamanatkan. Sinergi antara penghulu dan masyarakat menjadi kunci utama untuk menciptakan lingkungan yang sehat secara sosial dan spiritual.
Komitmen APRI dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan
Dalam sambutannya, Maesyal menekankan pentingnya APRI untuk meningkatkan peran dan fungsinya. Dengan pengukuhan yang baru, diharapkan APRI dapat bersinergi dengan pemerintah dalam berbagai program pembangunan. Ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya peran penghulu.
Kemampuan untuk memperkuat sinergi lintas sektoral menjadi fokus utama APRI ke depan. Penghulu harus bisa menjadi motor penggerak dalam pembinaan keluarga dan masyarakat yang religius. Tanggung jawab ini tidak bisa dipandang enteng, mengingat tantangan di lapangan sering kali kompleks dan membutuhkan pendekatan yang inovatif.
Maesyal juga memberikan apresiasi mendalam kepada para penghulu yang memiliki dedikasi tinggi dalam pengabdian mereka. Penekanan pada profesionalisme diharapkan dapat membawa dampak positif tidak hanya bagi penghulu tetapi juga bagi masyarakat luas. Komitmen para penghulu dalam melayani dengan integritas akan membangun reputasi yang baik bagi APRI.
Pentingnya Ruang Belajar dan Inovasi dalam APRI
Maesyal berpesan agar seluruh anggota APRI menjadikan organisasi ini sebagai ruang untuk belajar dan berdiskusi. Dengan adanya pertukaran ide dan inovasi, APRI dapat lebih sigap dalam menangani berbagai isu yang dihadapi oleh masyarakat. Ini juga akan membuka peluang bagi terciptanya program-program baru yang bermanfaat.
Keberadaan APRI yang aktif dalam diskusi dan inovasi akan memperkuat jati diri para penghulu sebagai agen perubahan. Keterlibatan mereka dalam berbagai aspek kehidupan sosial dapat menciptakan dampak positif yang lebih luas. Dengan demikian, penghulu akan lebih dihormati dan diakui perannya dalam masyarakat.
Maesyal mengajak semua anggota untuk terus meningkatkan kualitas diri dan kompetensi. Hal ini sejalan dengan semangat untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Dengan begitu, kehadiran penghulu dapat dirasakan manfaatnya oleh setiap elemen masyarakat, khususnya dalam konteks keluarga dan nilai-nilai akhlak yang baik.


