www.arahberita.id – Baru-baru ini, Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) menjalin kerja sama yang berarti dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melalui kegiatan Diskusi Kontemporer GEMA APUPPT (Gerakan Muda Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme). Acara yang berlangsung pada Kamis, 6 November 2025, di Kampus UNUSIA Jakarta ini dihadiri oleh sejumlah mahasiswa penting dalam upaya meningkatkan literasi keuangan di kalangan generasi muda dan mencegah praktik pencucian uang serta pendanaan terorisme.
Kegiatan ini bukan hanya sekadar diskusi, melainkan juga menjadi momentum untuk mengedukasi masyarakat tentang ancaman yang ditimbulkan oleh tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan pendanaan terorisme (TPPT). Melalui berbagai perspektif yang disampaikan para pembicara, diharapkan ada kesadaran dan tindakan nyata dari kalangan generasi muda dalam menanggulangi masalah ini.
Acara dihadiri oleh enam pembicara dari berbagai disiplin ilmu yang siap memberikan wawasan yang lebih dalam. Salah satu di antaranya, Rafi Febrianto, Marketing Bisnis Kelembagaan Area Bogor, memulai diskusi dengan pengenalan tentang investasi yang aman dan cerdas. Ia mengingatkan para peserta untuk bijaksana dalam memilih produk keuangan dan menghindari tawaran investasi ilegal yang menjanjikan keuntungan cepat tanpa dasar hukum yang jelas.
Dr. Ahsanul Minan, M.H, Dosen Fakultas Hukum UNUSIA, menyampaikan pentingnya pemahaman hukum dan etika terkait kejahatan finansial. Ia dengan tegas menyatakan bahwa TPPU bukan hanya sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga mencerminkan penyimpangan moral yang merugikan masyarakat luas. Dalam pandangan tradisi Aswaja, pencegahan pencucian uang diartikan sebagai tanggung jawab moral kolektif masyarakat.
Dari PPATK, Supriadi dan Sri Bagus Arrosyid sebagai pejabat utama, turut hadir dan menyoroti kolaborasi penting antara PPATK dan perguruan tinggi. Mereka menjelaskan bagaimana mahasiswa dapat berperan sebagai agen perubahan dalam membangun budaya integritas finansial di era digital. Ini adalah peluang bagi generasi muda untuk terlibat aktif dalam memerangi praktik keuangan yang merugikan.
Dr. Syahrizal Syarif, MPH., Ph.D., Plt. Rektor UNUSIA, menyampaikan pentingnya edukasi untuk menangkal ancaman pencucian uang. Ia menekankan bahwa kampus adalah tempat yang ideal untuk menanamkan kesadaran hukum dan tanggung jawab sosial. Dalam pesannya, ia mendorong generasi muda agar menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi permasalahan sistem keuangan yang sering disalahgunakan.
Yulia, Senior Investment Specialist, juga memberikan pandangannya tentang investasi yang sehat dan etis. Ia menegaskan bahwa banyak kasus pencucian uang berawal dari penipuan investasi yang merugikan. Oleh karena itu, mahasiswa diingatkan untuk selalu memeriksa legalitas perusahaan investasi sebelum berinvestasi dan tidak terpengaruh oleh iklan yang menyesatkan di media sosial.
Pengaruh Diskusi Terhadap Generasi Muda di Indonesia
Diskusi ini berhasil menarik perhatian ratusan mahasiswa yang datang dari berbagai fakultas untuk terlibat aktif dalam dialog seputar pencegahan TPPU. Melalui diskusi ini, mereka tidak hanya menambah pengetahuan tetapi juga membangun jaringan yang saling mendukung dalam menciptakan ekosistem yang lebih aman dalam dunia keuangan. Kesadaran yang tumbuh dari acara ini menjadi langkah awal untuk masyarakat yang lebih melek finansial.
Fatkhu Yasik, M.Pd, Wakil Rektor II UNUSIA, memberikan penekanan pada komitmen kampus dalam menyiapkan generasi muda dengan literasi keuangan yang baik. Kegiatan ini diharapkan membentuk pola pikir mahasiswa agar lebih kritis dalam menanggapi tawaran investasi yang meragukan. Ini penting untuk menghindari jebakan yang dapat merugikan mereka di masa depan.
Lebih jauh, acara ini menjadi wadah untuk membangun karakter mahasiswa yang tidak hanya terdidik dalam hal akademik tetapi juga memiliki kedewasaan dalam membuat keputusan finansial. Melalui penyampaian berbagai perspektif oleh para pembicara yang berpengalaman, mahasiswa bisa mendapatkan gambaran yang utuh mengenai dampak dari tindak pidana keuangan. Ini adalah bekal berharga bagi mereka untuk menghadapi tantangan di dunia yang kian kompleks.
Pentingnya Kerjasama Antara Universitas dan Lembaga Keuangan
Sinergi antara universitas dan lembaga keuangan seperti PPATK sangat penting untuk menciptakan budaya integritas di masyarakat. Dengan menjalin kerja sama ini, berbagai pihak saling melengkapi dalam menghadapi tantangan keuangan yang ada. Melalui edukasi dan kolaborasi, diharapkan generasi muda akan lebih siap menghadapi risiko yang mungkin timbul.
Kegiatan semacam ini merupakan bagian dari upaya strategis dalam menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan. Dewasa ini, banyak lembaga dan universitas mulai menyadari perlunya integrasi pengetahuan dan praktik untuk mencegah masalah keuangan yang merugikan. Oleh karena itu, kegiatan edukasi menjadi sangat krusial bagi masa depan bangsa.
Secara keseluruhan, acara ini mencerminkan komitmen untuk membangun literasi keuangan yang kuat di kalangan generasi muda. Penting bagi mereka untuk tidak hanya memahami teori tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Keterlibatan aktif dalam diskusi seperti ini adalah langkah penting menuju masyarakat yang lebih cerdas secara finansial.
Menghadapi Tantangan Era Digital di Masa Depan
Di era digital ini, tantangan kejahatan keuangan semakin kompleks dan membutuhkan perhatian serius. Diperlukan tindakan nyata dari setiap individu untuk menjamin keamanan finansial masing-masing. Hal ini juga membuka ruang bagi kreatifitas dalam menciptakan solusi baru yang lebih efektif untuk mendeteksi dan memerangi pencucian uang.
Diskusi ini mengajak mahasiswa untuk lebih peka terhadap isu-isu keuangan dan untuk bertugas sebagai pengawas yang aktif. Dalam dunia yang serba cepat saat ini, keterampilan menangkap informasi penting dan memahami risiko menjadi kunci bagi setiap individu. Oleh karena itu, pendidikan mengenai isu-isu ini harus terus dimasukkan dalam kurikulum di berbagai institusi.
Semua pihak diharapkan dapat menjaga dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya integritas dalam keuangan. Dengan kolaborasi dan diskusi yang konstruktif, masa depan yang lebih cerah dan bebas dari tindak pidana pencucian uang bisa tercapai. Ini adalah tanggung jawab bersama yang perlu disadari oleh seluruh lapisan masyarakat.


