www.arahberita.id – Podcast Halal dengan Expert yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) RI baru-baru ini menyuguhkan diskusi menarik mengenai arti luas dari konsep halal. Dalam episode tersebut, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Fahri Hamzah, memberikan pandangan penting tentang bagaimana halal bukan sekadar jargon, tetapi nilai luhur yang harus dipahami oleh semua orang.
Fahri Hamzah menekankan bahwa ajaran agama, termasuk prinsip halal, selayaknya diterima sebagai sesuatu yang universal dan tidak terbatas pada satu kelompok saja. Ia percaya bahwa pesan yang disampaikan Tuhan bersifat inklusif dan mendalam, menyentuh berbagai aspek kehidupan yang ada di dunia ini.
Dalam penjelasannya, Wamen Fahri menegaskan bahwa halal seharusnya dipahami sebagai sesuatu yang lebih luas dari sekedar makanan dan minuman. Menurutnya, halal itu mencakup seluruh umat manusia dan bahkan menyentuh aspek lingkungan dan alam semesta, merangkul semua makhluk hidup yang ada di bumi.
Halal dan Konsep Universal yang Menyeluruh dalam Kehidupan
Wamen PKP menekankan bahwa perkembangan global menunjukkan bahwa halal saat ini telah menjadi sebuah konsep yang universal dan terus mengalami evolusi. Hal ini memang benar, karena dalam perkembangannya, halal sudah merambah ke berbagai sektor, tidak hanya terbatas pada industri makanan.
Misalnya, saat ini banyak orang yang mulai menerapkan prinsip halal dalam gaya hidup mereka, termasuk dalam aspek keberlanjutan dan tata kelola industri. Hal ini menjadikannya relevan dan menarik untuk diperhatikan oleh banyak pihak di seluruh dunia.
Sebuah data yang disampaikan oleh Wahai Menteri menunjukkan proyeksi yang cukup menggembirakan. Ia menyebutkan bahwa transaksi halal secara global diprediksi akan meningkat signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Pertumbuhan ini bukan hanya sekadar tren, melainkan sebagai kebutuhan global untuk keamanan dan kualitas.
Peranan Halal dalam Menjaga Keberlanjutan Lingkungan
Fahri Hamzah juga memberi perhatian besar pada pentingnya halal dalam kaitannya dengan isu lingkungan. Ia menegaskan bahwa konsep halal dan keberlanjutan lingkungan tidak dapat dipisahkan. Oleh karena itu, halal harus dilihat sebagai bagian dari upaya menjaga bumi.
Dalam pembicaraannya, Wamen PKP mengaitkan pedagogi halal dengan berbagai perjanjian internasional seperti Kyoto Protocol dan Perjanjian Paris. Semua ini memiliki tujuan yang sama: untuk menjaga agar bumi tetap dapat dihuni dan tidak mengalami kerusakan yang lebih lanjut.
Prinsip-prinsip keberlanjutan seperti green living dan zero carbon sebenarnya juga merupakan elemen dari konsep halal. Hal ini perlu disadari oleh semua lapisan masyarakat agar bisa berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan di sekitar mereka.
Halal sebagai Prinsip Kualitas dalam Kehidupan Sehari-hari
Sekretaris BPJPH RI, Ahmad Haikal Hasan, juga memberikan apresiasi terhadap pandangan Wamen Fahri. Ia menyatakan bahwa apa yang disampaikan oleh Fahri Hamzah meneguhkan posisi halal sebagai suatu prinsip global yang memiliki kaitan erat dengan aspek kualitas hidup dan kesehatan masyarakat.
Menurut beliau, halal bukanlah sulit untuk dipahami jika kita menjadikannya sebagai budaya. Halal harus dipandang sebagai cara untuk meningkatkan kualitas hidup, menjaga industri, dan yang paling penting, menjaga bumi kita dari kerusakan.
“Ketika kita membahas halal, kita membahas sebuah tanggung jawab. Ini bukan sekedar kewajiban hukum, tetapi sebuah kesadaran untuk merawat diri sendiri dan lingkungan,” katanya. Hal itu dibutuhkan untuk mengajak masyarakat berperan aktif dalam meningkatkan kualitas hidup secara kolektif.
Membuka Ruang Dialog untuk Memahami Konsep Halal Secara Mendalam
Melalui format podcast, BPJPH berkomitmen untuk terus membuka ruang dialog dengan berbagai pakar dari berbagai sektor. Program “Halal with Expert” ini bertujuan untuk menjadikan halal lebih dari sekadar aturan, tetapi sebuah peradaban yang harus dipahami dan diterima oleh masyarakat luas.
Adanya diskusi dengan berbagai ahli dan pakar diharapkan dapat memperluas wawasan masyarakat mengenai halal sebagai konsep yang sarat dengan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan. Ini adalah langkah penting dalam membangun kesadaran tentang pentingnya penerapan prinsip halal dalam kehidupan sehari-hari.
Upaya ini juga sejalan dengan cita-cita untuk menjadikan halal bukan hanya sebagai jargon, tetapi sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia yang modern. Dengan begitu, semua orang, tanpa terkecuali, bisa merasakan manfaat dari prinsip halal yang lebih luas.


