www.arahberita.id – Di wilayah Kampung Kuranji, Desa Cakung, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, situasi banjir telah mengkhawatirkan masyarakat setempat. Selama sepekan terakhir, ratusan rumah di daerah ini terendam akibat luapan Kali Cidurian yang dipicu oleh kerusakan pada pintu air yang seharusnya mengatur aliran sungai.
Ketua RT 02 RW 01, Suyani, mengungkapkan bahwa saat ini, sekitar 450 jiwa yang terdiri dari 200 Kepala Keluarga (KK) mengalami dampak negatif dari kondisi tersebut. Banjir mulai terjadi sejak awal minggu lalu, dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah ini secara intensif.
Suyani menjelaskan bahwa luapan Kali Cidurian disebabkan oleh masalah pada pintu air otomatis. Pintu air ini tersangkut oleh sampah yang menghalangi fungsi normalnya, sehingga tidak dapat menutup dengan baik saat debit air meningkat.
Penjelasan Mengenai Dampak Banjir Terhadap Warga Setempat
Banjir yang melanda Kampung Kuranji membuat air memasuki rumah-rumah warga dengan ketinggian yang bervariasi hingga lebih dari satu meter. Ketinggian air yang mencapai setinggi pinggang orang dewasa memaksa warga untuk mengungsi dari rumah mereka demi keselamatan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari petugas setempat, sekitar 150 orang memilih untuk mengungsi ke area tanggul. Sementara itu, 50 orang lainnya mengungsi di musala, dan 20 orang di masjid setempat, menunjukkan betapa seriusnya kondisi ini.
Beberapa warga memilih untuk tinggal di rumah kerabat, sementara yang lainnya mendirikan tenda darurat agar dapat berlindung dari banjir. Meskipun demikian, masih ada sebagian warga yang bertahan di rumah masing-masing, berharap agar banjir segera surut.
Upaya Penanganan dan Bantuan yang Diterima Masyarakat
Terkait dengan penanganan bencana ini, Suyani menyebutkan bahwa bantuan logistik telah mulai disalurkan. Warga terdampak menerima sembako yang meliputi beras, telur, dan minyak goreng untuk memenuhi kebutuhan mereka sementara waktu.
Meski bantuan telah disalurkan, warga masih mengharapkan agar air segera surut. Jika situasi banjir berlanjut, mereka berharap bantuan sembako akan terus tersedia untuk mendukung kebutuhan mereka.
Aksi cepat tanggap dari pihak berwenang sangat diharapkan, agar masyarakat dapat kembali beraktivitas normal. Ketidakpastian mengenai kapan banjir akan surut membuat warga merasa cemas akan masa depan mereka.
Kondisi Infrastruktur Masyarakat dan Pentingnya Perbaikan
Kerusakan pada pintu air otomatis menjadi salah satu sorotan yang perlu segera ditangani. Perbaikan infrastruktur ini diharapkan dapat mencegah terulangnya bencana serupa di masa mendatang.
Selain itu, kesadaran masyarakat mengenai lingkungan juga perlu ditingkatkan. Edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan sungai agar tidak terjadi penyumbatan menjadi tantangan di daerah ini.
Pemerintah setempat pun perlu melakukan evaluasi terhadap sistem drainase yang ada. Hal ini penting agar warga tidak terus menerus berada dalam ancaman banjir yang berdampak pada kehidupan sehari-hari mereka.


