www.arahberita.id – Peristiwa tragis terjadi di Perumahan Puri Anggrek, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, dimana seorang istri bernama Beti Sihombing ditemukan tewas dalam keadaan mengenaskan. Suaminya, Wadison Pasaribu, yang juga terlibat dalam insiden tersebut, ditemukan masih hidup namun dalam kondisi yang memprihatinkan.
Pada Minggu pagi, 1 Juni 2025, sekitar pukul 03.30 WIB, tetangga mendengar suara teriakan dari anak korban yang meminta tolong. Melihat ke arah sumber suara, mereka mendapati rumah Beti dalam keadaan berantakan, menandakan bahwa sesuatu yang buruk telah terjadi.
Keadaan Korban dan Penemuan di Lokasi Kejadian
Ketika ditemukan, Beti berada dalam posisi tertelungkup dengan tangan terikat di dalam kamar. Suaminya, Wadison Pasaribu, ditemukan dalam keadaan terbungkus karung. Kapolsek Walantaka, AKP Dulhak, menjelaskan bahwa penemuan ini menyiratkan adanya dugaan tindak pidana serius yang perlu segera diselidiki.
Kondisi Wadison saat itu sangat mengkhawatirkan, sehingga ia langsung dibawa ke RS Sari Asih untuk mendapatkan perawatan medis. Hal ini menunjukkan dua sisi dari peristiwa tersebut: seorang istri yang kehilangan nyawa dan seorang suami yang masih selamat namun dalam keadaan trauma. Penanganan medis yang tepat dan cepat sangat penting dalam situasi seperti ini agar kondisi psikologisnya bisa stabil.
Proses Penyelidikan dan Reaksi Masyarakat
Setelah mendapatkan laporan dari warga, tim kepolisian segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi. Dalam kejadian ini, dua anak korban, MP (7) dan DP (5), berhasil diselamatkan dan mendapatkan perlindungan dari keluarga serta lingkungan sekitar yang peduli. Dukungan seperti ini sangat diperlukan untuk membantu anak-anak menghadapi trauma yang berlangsung akibat kehilangan orang tua mereka secara mendadak.
Penyelidikan lebih lanjut menyoroti pentingnya deteksi dini terhadap masalah sosial di lingkungan sekitar. Kasus seperti ini bisa menjadi cerminan untuk masyarakat luas agar lebih waspada terhadap tanda-tanda kekerasan dalam rumah tangga. Edukasi mengenai kekerasan rumah tangga dan strategi pencegahannya harus dilakukan secara intensif agar tragedi serupa tidak terulang di masa mendatang.


