www.arahberita.id – Banjir yang melanda Kampung Sukamaju di Desa Citasuk, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Banten, selama tiga hari terakhir telah mengganggu aktivitas masyarakat setempat. Genangan air yang terjadi sejak Rabu lalu tampaknya tidak menunjukkan tanda-tanda surut, sehingga sangat mengkhawatirkan bagi warga yang terkena dampak.
Jubaedin, salah satu warga setempat, mengungkapkan bahwa kondisi banjir kali ini berbeda dari yang biasa terjadi. Ia menjelaskan, biasanya banjir akan segera surut dalam waktu singkat, namun kali ini air terus menggenang lebih lama dari yang diharapkan.
Ia juga menambahkan bahwa untuk saat ini, tidak ada kejelasan kapan kondisi akan kembali normal. Banyak warga yang merasa khawatir akan dampak jangka panjang dari kejadian ini, baik terhadap lingkungan maupun perekonomian mereka.
Pengaruh Banjir Terhadap Kualitas Hidup Masyarakat
Ketinggian air yang bervariasi antara 30 sentimeter hingga satu meter mengancam keselamatan dan kenyamanan warga. Luapan Sungai Cikalumpang menjadi penyebab utama dari fenomena ini, yang dipicu oleh hujan deras dalam beberapa hari terakhir.
Jubaedin juga menjelaskan, bahwa tanah longsor di hulu sungai memperburuk situasi dengan meningkatkan debit air. Kejadian tersebut telah membuat aliran air tidak terkendali dan langsung mengarah ke pemukiman warga.
Akibat dari bencana ini, ratusan warga dari tiga Rukun Tetangga (RT) terpaksa mengungsi ke gedung Sekolah Dasar setempat. Beberapa di antara mereka memilih untuk tetap tinggal di rumah meskipun kondisi sangat berisiko.
Dampak Tersembunyi Terhadap Sektor Pertanian
Selain mengganggu aktivitas harian, banjir juga berdampak signifikan pada sektor pertanian yang menjadi sumber utama penghidupan warga. Beberapa lahan persawahan yang terendam air berisiko tidak dapat dipanen, menambah beban ekonomi warga yang sudah kesulitan.
Padi milik warga mengalami kerusakan, membuat mereka tidak bisa merawat tanaman tersebut. Hal ini menimbulkan kecemasan, mengingat pentingnya padi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.
Data yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat ada enam kecamatan yang terkena dampak, termasuk Padarincang dan lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa bencana ini bukan hanya masalah lokal, tetapi memerlukan perhatian lebih dari pemerintah dan pihak berwenang.
Langkah-Langkah Penanggulangan Bencana yang Ditempuh
BPBD Kabupaten Serang telah mengimbau masyarakat di wilayah rawan banjir untuk tetap waspada. Masyarakat diajak untuk bersiap menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang kenyataannya dapat terjadi akibat cuaca yang tidak menentu.
Pemerintah setempat juga berusaha memberikan bantuan kepada warga yang terdampak banjir. Namun, banyak yang mengharapkan adanya langkah jangka panjang untuk menangani masalah ini agar tidak terjadi kembali di masa depan.
Dengan pengalaman berulang, masyarakat kini lebih sadar akan pentingnya kesiapsiagaan bencana. Mereka telah mulai melakukan koordinasi untuk saling membantu satu sama lain dalam menghadapi situasi yang sulit ini.


