www.arahberita.id – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangerang, AKBP Vivick Tjangkung, menekankan pentingnya Forum Komunikasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) sebagai wadah strategis dalam pertempuran melawan narkoba. Forum ini berfungsi sebagai sarana evaluasi dan perumusan langkah-langkah yang lebih efektif untuk menanggulangi permasalahan narkoba di masyarakat.
Rapat evaluasi ini diadakan di Ruang Patio, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, dan dihadiri pada Senin, 21 Juli 2025. Vivick menjelaskan bahwa melalui forum ini, semua elemen masyarakat dapat berkolaborasi dalam melawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
“Forum Komunikasi P4GN bukan sekadar formalitas, melainkan ruang kolaborasi untuk menyatukan langkah dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Evaluasi ini penting agar ke depan program-program kita lebih terarah, terukur, dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” ungkap Vivick. Pendekatan semacam ini diharapkan mampu memperkuat efektifitas program-program pencegahan yang telah dijalankan.
Kegiatan evaluasi ini melibatkan 41 instansi, termasuk pemerintah, tokoh masyarakat, dan sektor swasta yang selama ini menjadi mitra strategis BNN dalam menjalankan program P4GN. Setiap instansi menyampaikan laporan mengenai aktivitas yang telah dilakukan dan kendala yang dihadapi selama pelaksanaan program tersebut.
“Berbagai isu yang muncul dalam sesi evaluasi menunjukkan perlunya pendekatan berbasis komunitas, peningkatan literasi narkoba di kalangan pelajar, serta optimalisasi media sosial sebagai alat kampanye preventif,” jelasnya. Hal ini menandakan keseriusan pihak BNN dalam menangani masalah penyalahgunaan narkoba yang kian meresahkan.
Membangun Sinergi untuk Pemberantasan Narkoba yang Lebih Efektif
Vivick berharap agar Kota Tangerang dapat mempertahankan statusnya sebagai salah satu pelaksana P4GN terbaik di Indonesia. Pengakuan ini, menurutnya, merupakan buah dari kerja keras semua pihak dalam menyusun dan melaksanakan program pencegahan yang efektif.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tangerang, Teguh Supriyanto, juga menyampaikan komitmennya dalam mendukung pemberantasan narkoba. Ia menekankan bahwa P4GN bukan saja tanggung jawab BNN atau pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif dari semua pihak.
“Melalui forum ini, kita berupaya memperkuat koordinasi dan inovasi program yang ada di lapangan. Sinergi ini diharapkan dapat membuat Kota Tangerang semakin bersih dari ancaman narkoba,” tegas Teguh. Hal ini menunjukkan pentingnya kerja sama antar lembaga dan masyarakat dalam menanggulangi masalah narkoba.
Evaluasi menjadi momen penting untuk menilai sejauh mana program P4GN telah dilaksanakan dan mengenali baik peluang maupun tantangan yang dihadapi. Para peserta diharapkan dapat memberikan masukan berharga yang akan diaplikasikan dalam program ke depan.
Pentingnya Edukasi dan Kesadaran Masyarakat terhadap Narkoba
Salah satu fokus utama dalam evaluasi adalah pentingnya edukasi tentang narkoba di kalangan masyarakat, terutama pelajar. Kegiatan literasi yang menyasar generasi muda diharapkan dapat meningkatkan kesadaran tentang bahaya penyalahgunaan narkoba.
Peningkatan literasi narkoba di kalangan pelajar dapat menjadi langkah awal untuk membangun generasi yang lebih sehat dan sadar. Dengan pendidikan yang tepat, diharapkan dapat mencegah penyalahgunaan narkoba sebelum menjadi masalah yang lebih besar.
Selain itu, optimalisasi media sosial juga menjadi salah satu solusi yang disorot dalam forum ini. Pemanfaatan platform digital sebagai alat kampanye preventif diyakini dapat menjangkau audiens yang lebih luas dengan cara yang menarik dan informatif.
“Kita harus memanfaatkan potensi media sosial untuk mendidik masyarakat tentang narkoba,” imbuh Vivick. Langkah ini mencerminkan adaptasi terhadap perkembangan teknologi yang dapat menjadi front dalam pemberantasan narkoba di era modern.
Dengan melibatkan generasi muda dan memanfaatkan sumber daya yang ada, diharapkan berbagai program P4GN dapat berjalan dengan lebih efektif dan menyeluruh. Ini adalah upaya kolektif untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dari dangkalan penyalahgunaan narkoba.
Tantangan dan Solusi dalam Pemberantasan Narkoba
Salah satu kendala yang dihadapi selama pelaksanaan program adalah kurangnya sumber daya manusia yang terlatih dalam pencegahan dan penanganan kasus narkoba. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan pelatihan yang berkelanjutan bagi petugas yang terlibat dalam program P4GN.
“Kami menyadari bahwa tantangan yang ada sangat kompleks dan memerlukan perhatian khusus dari semua pihak,” kata Teguh. Pentingnya peran aktif pemerintah daerah serta kolaborasi dengan organisasi masyarakat dan swasta menjadi hal yang tak bisa diabaikan.
Sebagai bagian dari solusi, seringkali diperlukan terobosan dalam penyampaian informasi dan strategi pencegahan. Setiap instansi diharapkan dapat berbagi pengalaman agar penanganan kasus obat terlarang lebih efektif.
“Inovasi dalam program-program yang ada merupakan suatu keharusan agar pemberantasan narkoba tidak stagnan,” jelas Vivick. Implementasi solusi yang tepat diharapkan dapat mengurangi prevalensi penyalahgunaan narkoba di masyarakat.
Dengan kerjasama yang kuat dan usaha yang terintegrasi, bukan tidak mungkin jika Kota Tangerang dapat menjadi model bagi daerah lain dalam pemberantasan narkoba. Di akhir sesi, harapan akan tercapainya visi bersama untuk menciptakan lingkungan bebas narkoba diungkapkan oleh semua peserta.


