www.arahberita.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Banten, baru-baru ini mengumumkan bahwa kerjasama pengiriman sampah dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ke Tempat Pengolahan Sampah Akhir (TPSA) Cilowong akan terus berlanjut. Kesepakatan ini datang setelah pemerintah daerah mendiskusikan beragam persyaratan dan aspirasi yang disampaikan oleh warga yang tinggal di sekitar lokasi pengolahan sampah tersebut.
Kepala DLH Kota Serang, Farach Richi, menegaskan bahwa operasional pengiriman tidak terhenti karena penolakan warga, melainkan karena adanya evaluasi teknis. “Proses evaluasi yang berlangsung hanya sementara dan kini pengiriman sampah telah normal kembali dalam dua minggu terakhir,” ungkap Farach.
Pihak DLH berkomitmen untuk menerapkan solusi bagi permasalahan yang dihadapi warga. Salah satunya, tuntutan akan bantuan ambulans yang diharapkan segera terwujud sebagai bagian dari program responsif terhadap masyarakat.
Persetujuan Kerjasama dan Aspirasi Warga yang Dihasilkan
Kerjasama antara DLH dan Kota Tangerang Selatan dianggap sebagai langkah penting dalam mendukung program pemerintah pusat. Farach menekankan bahwa semua aspirasi masyarakat akan dijadikan perhatian dalam pelaksanaan pengiriman sampah.
Terlepas dari tantangan yang ada, DLH telah menyusun jadwal pengangkutan yang dirancang untuk menghindari penumpukan sampah. Pengiriman dari Tangsel dijadwalkan berlangsung pada malam hari, ketika aktivitas di sekitar lebih minim, dan pengiriman dari Kabupaten Serang pada pagi hari.
Ketua Paguyuban Masyarakat Jakung Bersatu, Ansori, menyatakan bahwa masyarakat Kecamatan Taktakan memberikan persetujuan terkait kelanjutan pengiriman sampah. Namun demikian, persetujuan tersebut disertai dengan sejumlah catatan yang perlu diperhatikan dengan seksama.
Tuntutan Warga dan Catatan Penting dalam Kesepakatan
Ansori menjelaskan bahwa masyarakat telah mengusulkan berbagai tuntutan yang harus dipenuhi pemerintah. Beberapa di antaranya termasuk bantuan armada ambulans dan kompensasi untuk dampak yang ditimbulkan akibat kegiatan pengangkutan sampah tersebut.
Selanjutnya, mereka juga menuntut perbaikan sarana transportasi pengangkutan agar lebih efisien dan aman. Dalam hal ini, penggunaan kendaraan baru dan pengaturan teknis lainnya menjadi syarat penting yang harus diperhatikan.
Warga bahkan meminta dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Kabupaten Serang dan Tangsel untuk mendukung pembangunan fasilitas umum seperti masjid dan musala. Tuntutan ini dianggap sebagai keharusan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Pentingnya Kelayakan Armada dalam Pengangkutan Sampah
Di samping itu, masyarakat juga mendesak agar rekomendasi dari DPRD terkait kelayakan armada diimplementasikan. Kelayakan kendaraan pengangkut sampah dapat berdampak signifikan terhadap keamanan dan kenyamanan warga yang tinggal di sepanjang jalur transportasi tersebut.
Rincian yang diminta mencakup penggunaan truk baru serta perlunya fasilitas penampung air lindi yang memenuhi spesifikasi teknis. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan dampak negatif dari aktivitas pengangkutan dapat diminimalisir.
Ansori menekankan bahwa selama poin-poin yang disepakati dipenuhi, masyarakat tidak akan mempermasalahkan kerjasama ini. Namun, jika tuntutan tersebut diabaikan, maka pengiriman seharusnya dihentikan untuk menghindari konflik lebih lanjut.


