www.arahberita.id – Pendidikan jurnalistik telah menjadi aspek penting dalam pengembangan keterampilan profesional, terutama bagi para tenaga sumber daya manusia (SDM) di era digital ini. Sebuah pelatihan yang diadakan di Aula PT Cirill Indonesia pada hari Sabtu telah membuktikan hal ini dengan mengusung tema ‘Jurnalistik HR Zaman Now Dengan Media Sosial’. Diikuti oleh sekitar 30 peserta, acara ini berfokus pada pengembangan keterampilan literasi dan jurnalistik bagi praktisi HR.
Menurut Shofa Rosita A., Ketua Panitia Pelaksana, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan yang diperlukan di dunia HR yang terus berubah. Para peserta yang berasal dari berbagai perusahaan diharapkan dapat belajar cara berkomunikasi secara efektif baik di dalam maupun di luar organisasi mereka.
Pentingnya keterampilan ini sangat relevan mengingat penyebaran informasi yang cepat di media sosial. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan dapat memanfaatkan media sebagai alat komunikasi yang efektif dan menjaga reputasi perusahaan masing-masing.
Peran Multidimensi Tenaga Personalia di Era Digital
Shofa menekankan bahwa saat ini, tenaga personalia HR tidak hanya bertugas dalam administrasi, tetapi juga berperan sebagai komunikator handal. Mereka harus mampu menyampaikan informasi dengan jelas dan menarik, tidak hanya kepada karyawan, tetapi juga kepada publik. Keterlibatan di media sosial menjadi bagian dari tanggung jawab ini.
Dalam konteks ini, reputasi perusahaan menjadi fokus utama, dan HR harus bisa berkontribusi positif terhadap citra tersebut. Oleh karena itu, kemampuan dalam jurnalistik, khususnya yang berkaitan dengan berita dan media sosial, menjadi sangat penting untuk mengelola informasi dan membangun komunikasi yang efektif.
Disampaikan pula bahwa personalia HR diharapkan mampu beradaptasi dengan tren komunikasi terbaru. Dengan demikian, mereka bisa tetap relevan dan bertahan dalam industri yang kompetitif. Kesadaran akan kemampuan ini menjadi langkah awal yang baik bagi mereka untuk berkembang.
Materi Pelatihan Jurnalistik yang Diberikan kepada Peserta
Salah satu pemateri dalam acara ini adalah Ketua JMSI Kabupaten Tangerang, Sangki Wahyudin. Sangki membahas kualitas berita yang harus dimiliki, antara lain aktualitas, kedekatan, dan dampak. Hal ini bertujuan untuk membantu peserta memahami apa yang membuat sebuah informasi layak disebarluaskan.
Lebih jauh, Sangki menjelaskan tentang pentingnya independensi dalam jurnalistik dan tanggung jawab yang diemban oleh seorang jurnalis. Penting bagi peserta untuk memahami prinsip-prinsip ini agar mereka tidak hanya menjadi penyebar informasi, tetapi juga menjaga integritas dan kredibilitas mereka.
Pembicara lain yang turut membagikan pengetahuan adalah Romdoni, Wakil Pimpinan Redaksi Lensa Metro. Ia membawakan sesi tentang teknik menulis berita, mulai dari wawancara, penulisan, hingga penyuntingan. Ini adalah keterampilan dasar yang sangat dibutuhkan oleh tenaga HR, terutama saat berkomunikasi dengan publik.
Praktik Langsung dalam Wawancara dan Konferensi Pers
Pelatihan ini juga menekankan pentingnya praktik langsung. Peserta dibagi ke dalam tiga kelompok untuk melakukan simulasi wawancara dan konferensi pers. Simulasi ini memberikan pengalaman yang nyata, di mana mereka belajar bagaimana menghadapi berbagai situasi komunikasi.
Setelah melakukan wawancara, setiap kelompok menuliskan hasil wawancara mereka dan mengadakan diskusi seperti dalam rapat redaksi. Diskusi ini tidak hanya membantu mereka memahami hasil wawancara, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk realitas pekerjaan yang lebih kompleks di masa depan.
Dengan cara ini, peserta tidak hanya mendapatkan informasi teoritis tetapi juga pengalaman praktis yang sangat penting. Metode pembelajaran ini terbukti efektif, memberikan mereka kepercayaan diri untuk berkomunikasi di media sosial dan platform lainnya.
Pentingnya Memahami Media Sosial dalam Jurnalistik HR
Di era di mana informasi tersebar dengan cepat, pemahaman tentang media sosial menjadi suatu keharusan bagi tenaga HR. Mereka perlu tahu bagaimana cara menggunakan platform ini untuk menyebarluaskan informasi dengan cara yang menarik dan relevan. Keterampilan ini akan meningkatkan produktivitas komunikasi di dalam dan luar perusahaan.
Berbagai teknik pemasaran dan komunikasi juga perlu dikuasai. Peserta diajarkan bagaimana untuk merespons umpan balik dari publik secara proaktif dan efisien. Dalam banyak kasus, pandangan masyarakat dapat menjadi cerminan langsung dari keberhasilan atau kegagalan suatu perusahaan.
Melalui pelatihan ini, harapannya para peserta akan kembali ke perusahaan mereka dengan keterampilan yang lebih baik dalam mengelola informasi dan membangun reputasi perusahaan. Keterampilan jurnalistik dan pemahaman media sosial yang kuat akan menjadi aset berharga bagi mereka.


