www.arahberita.id – Anggota DPR RI dari Komisi X, Adde Rosi Khoerunnisa, menyoroti rendahnya rata-rata lama sekolah di Kabupaten Lebak, Banten. Dalam pendapatnya, penerapan metode pembelajaran mendalam atau deep learning sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah tersebut.
Adde Rosi mengungkapkan bahwa rata-rata lama sekolah di Lebak baru mencapai 6,6 tahun. Angka ini masih jauh di bawah target pemerintah yang menginginkan pendidikan wajib selama 13 tahun bagi setiap warga negara.
Politisi dari Partai Golkar ini menegaskan bahwa penerapan metode pembelajaran mendalam harus dipercepat. Hal ini untuk memastikan bahwa program wajib belajar 13 tahun dapat tercapai, khususnya di daerah Lebak yang masih menghadapi banyak tantangan.
Menurut Adde, masalah pendidikan di Kabupaten Lebak dapat dibagi menjadi tiga kategori utama. Kategori ini meliputi sarana dan prasarana pendidikan yang memadai, tingkat akses masyarakat terhadap pendidikan, serta faktor ekonomi yang mempengaruhi kualitas pendidikan itu sendiri.
Adde juga menyoroti dampak learning loss, yang terjadi akibat pandemi COVID-19 dan bencana lainnya. Dia berharap bahwa solusi terbaik dapat ditemukan melalui penerapan metode deep learning, yang memungkinkan siswa mendapatkan pemahaman lebih mendalam dalam proses belajar mereka.
Lebih lanjut, Adde Rosi berharap bahwa penerapan kurikulum baru dapat mengakomodasi pendekatan STEM. Pendekatan ini mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, teknik, dan matematika untuk membantu siswa memecahkan masalah yang ada di dunia nyata.
“Pendidikan perlu diperdalam, tidak hanya sebatas dasar. Dengan kurikulum yang menerapkan deep learning, diharapkan para guru di Lebak dapat dengan mudah memahami dan mengimplementasikannya,” ujarnya dengan optimis.
Pendidikan dan Tantangan di Kabupaten Lebak yang Harus Dihadapi
Kabupaten Lebak menghadapi berbagai tantangan dalam dunia pendidikan. Salah satu tantangan utama adalah infrastruktur pendidikan yang belum memadai dan terbatasnya akses bagi masyarakat untuk mendapatkan pendidikan berkualitas.
Ketersediaan gedung sekolah yang layak, alat pendidikan, dan sumber daya manusia yang kompeten menjadi poin krusial. Tanpa adanya perhatian khusus terhadap sarana dan prasarana, proses belajar mengajar akan mengalami banyak kendala.
Di samping itu, faktor ekonomi juga mempengaruhi keberhasilan pendidikan di Lebak. Banyak keluarga yang masih kesulitan secara finansial, sehingga anak-anak mereka sering kali terpaksa berhenti sekolah untuk membantu ekonomi keluarga.
Adde Rosi menekankan pentingnya kerjasama antara pemerintah daerah dan masyarakat. Diperlukan upaya yang sinergis untuk meningkatkan kesejahteraan dan aksesibilitas pendidikan bagi semua lapisan masyarakat.
Melalui program-program yang lebih inklusif, diharapkan jumlah siswa yang dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dapat meningkat secara signifikan. Dengan demikian, kesenjangan pendidikan di lebak dapat diperkecil.
Penerapan Pembelajaran Mendalam dan Upaya Terkait
Pembelajaran mendalam atau deep learning menjadi salah satu solusi yang diusulkan Adde Rosi untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Metode ini memungkinkan siswa untuk memahami dan menganalisis materi secara lebih mendalam.
Dengan pendekatan ini, siswa tidak hanya diharapkan menguasai materi pelajaran, tetapi juga dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ini penting agar pendidikan tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga praktis.
Kurikulum baru yang diterapkan diharapkan bisa mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu, termasuk STEM. Hal ini diharapkan agar siswa lebih siap menghadapi tantangan di era digital dan kemampuan berpikir kritis mereka meningkat.
Para guru juga diharapkan dapat diberikan pelatihan khusus untuk memahami dan menerapkan metode deep learning. Dengan pengetahuan yang memadai, mereka bisa menyampaikan materi dengan cara yang lebih menarik dan efektif.
Dengan demikian, pendidikan di Kabupaten Lebak dapat berkembang dengan baik, dan siswa menjadi lebih siap untuk berkontribusi kepada masyarakat. Investasi dalam pembelajaran mendalam adalah langkah penting untuk masa depan pendidikan di wilayah ini.
Kolaborasi antara Pemerintah, Sekolah, dan Masyarakat dalam Pendidikan
Kolaborasi antara berbagai pihak menjadi kunci dalam mengatasi masalah pendidikan di Kabupaten Lebak. Pemerintah, sekolah, dan masyarakat harus bersinergi agar program pendidikan dapat berjalan dengan efektif.
Pemerintah harus membangun infrastruktur yang memadai dan menyediakan sumber daya yang cukup untuk mendukung pendidikan. Tanpa dukungan yang memadai, sulit bagi sekolah untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Sekolah juga perlu membangun hubungan baik dengan masyarakat dan orang tua siswa. Dengan komunikasi yang baik, sekolah dapat mendapatkan dukungan yang lebih besar dari orang tua untuk kepentingan pendidikan anak-anak mereka.
Di sisi lain, masyarakat juga perlu terlibat aktif dalam berbagai program pendidikan, baik dalam bentuk partisipasi maupun dukungan moral. Hal ini akan menciptakan budaya belajar yang lebih baik di kalangan anak-anak.
Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat, harapan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Lebak menjadi lebih realistis dan dapat dicapai. Upaya bersama ini akan berdampak positif bagi generasi mendatang.


