www.arahberita.id – Penyeberangan orang di depan gerbang UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, baru-baru ini memicu kemacetan arus lalu lintas. Pengguna jalan mulai mengusulkan agar jembatan penyeberangan orang (JPO) yang ada digeser lebih dekat ke kampus untuk meningkatkan keselamatan dan kelancaran arus kendaraan.
Menurut pandangan banyak pengguna jalan, lokasi JPO yang ada saat ini dinilai kurang efektif. Usulan ini sejalan dengan kebutuhan untuk menjaga keselamatan pejalan kaki, terutama mahasiswa dan dosen yang sering melintasi jalan yang cukup ramai tersebut.
JPO yang Tidak Efektif dan Usulan Perubahan
Salah satu pengguna jalan, Suef, yang bekerja sebagai pengemudi Mikrolet jurusan Ciputat–Kebayoran memberikan pendapatnya. Ia menekankan bahwa JPO yang ada sekarang tidak sekadar berfungsi sebagai penyeberangan, tetapi lebih banyak digunakan untuk pemasangan reklame. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran fungsi yang sangat disayangkan pada infrastruktur yang seharusnya ditujukan untuk keselamatan.
Suef juga mengusulkan agar diperkuat pengawasan di sekitar JPO dengan membuat pagar di bawahnya. Dengan cara ini, diharapkan pejalan kaki tidak lagi melintasi jalan di bawah JPO, sehingga mengurangi risiko kecelakaan. Ia menyatakan, “Kalau tidak dibikin pagar, pasti banyak orang yang nyebrang lewat bawah lagi. Jadi, percuma ada JPO baru.” Pendapat ini memberikan wawasan penting mengenai perlunya perbaikan infrastruktur untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Upaya Meningkatkan Keselamatan Lalu Lintas
Menanggapi masalah ini, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan, Martha Lena, menjelaskan bahwa JPO yang ada merupakan milik swasta. Pemerintah daerah saat ini sedang mencari solusi bersama pemrakarsa JPO dan pihak universitas untuk menangani berbagai masalah yang ada. Diskusi tentang penganggaran pembangunan JPO baru masih berlangsung, mengingat ada batasan anggaran yang mempengaruhi sumber dana.
Sementara itu, Imam Subchi, Wakil Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, berharap JPO baru yang akan dibangun dapat memenuhi kebutuhan pejalan kaki, serta dirancang dengan memperhatikan aspek estetika. Ia menekankan pentingnya fungsi JPO sebagai sarana penyeberangan yang aman dan nyaman bagi semua pengguna jalan. Proyek ini menjadi perhatian publik, terlebih saat ini volume arus kendaraan di Jalan Ir. H. Djuanda sangat tinggi, menjadikannya sebagai jalur penting penghubung antara berbagai daerah.
Setiap hari, kemacetan lalu lintas menjadi hal yang biasa di ruas jalan ini, terutama saat jam sibuk pagi dan sore. Penanganan yang efektif perlu dilakukan agar keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas dapat terjaga. Seiring dengan itu, penting bagi semua pihak untuk berkolaborasi dalam menemukan solusi terbaik guna meningkatkan infrastruktur yang ada.


