www.arahberita.id – Wilayah Perumahan Kirana di Desa Pasanggrahan, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang kembali menghadapi bencana banjir pada Selasa, 18 November 2025. Senja itu, hujan deras mengguyur daerah tersebut, menyebabkan aliran air tak mampu tertampung oleh sungai yang terkendala akibat dangkal dan kecil.
Akibat dari kondisi ini, rumah-rumah warga terendam air dalam waktu singkat. Marsus, seorang penghuni setempat, mengungkapkan bahwa banjir di kawasan ini adalah peristiwa yang terjadi secara berulang dengan intensitas yang sangat mengkhawatirkan.
Ia menekankan bahwa masalah ini jauh lebih sering terjadi dibandingkan yang seharusnya diharapkan. Setiap kali hujan turun, dampak yang ditimbulkan oleh luapan sungai terlihat jelas di lingkungan mereka.
Keberlangsungan Banjir di Perumahan Kirana yang Menghawatirkan
Menurut Marsus, kedalaman sungai yang semakin menyusut telah berkontribusi pada cepatnya air meluap ke permukiman. Beberapa tahun lalu, pemerintah melakukan penggalian waduk, namun kini kondisi penampung kembali mengalami penyempitan yang membuatnya tidak lagi efektif dalam menampung genangan air.
Harapan untuk mengatasi permasalahan ini disampaikan oleh Anen, warga lainnya, yang meminta perhatian serius dari pemerintah. Ia menjelaskan bahwa setiap kali hujan, luapan sungai menjadi ancaman nyata bagi mereka dan mendesak perlunya normalisasi sungai serta penggalian tandon air yang sudah dangkal.
Rasa frustrasi tampak jelas di antara warga, yang merasa belum mendapatkan solusi konkret dari pemerintah desa terkait situasi banjir yang terus berulang. Mereka ingin ada tindakan nyata untuk mengatasi permasalahan yang telah berlangsung lama ini.
Kurangnya Tindakan Nyata dari Pihak Berwenang
Warga RW 008 juga menyampaikan keprihatinan yang sangat mendalam mengenai lambatnya respons dari pemerintah. “Kami bingung harus mengadu ke siapa,” ujar salah satu perwakilan masyarakat setempat, mengekspresikan harapan mereka agar suara mereka didengar oleh para pemimpin.
Permasalahan ini bukanlah masalah satu atau dua kali, tetapi merupakan isu yang selalu kembali menghantui kapan pun hujan turun. Diperlukan upaya kolaboratif antara warga dan pihak berwenang untuk mengatasi masalah ini secara tuntas.
Sampai saat ini, meskipun keluhan warga telah disampaikan, pihak kecamatan belum memberikan tanggapan terhadap berbagai permasalahan yang diderita masyarakat. Hal ini semakin menguatkan anggapan bahwa banjir ini adalah sebuah siklus yang tampaknya tidak ada ujungnya.
Pentingnya Pemeliharaan Infrastruktur Sungai dan Tandon Air
Berdasarkan pengamatan, ketidakstabilan kondisi sungai sangat mempengaruhi tingkat keamanan daerah sekitar. Sebuah tangki penampungan air yang ideal seharusnya mampu menampung debit air saat hujan, namun sayangnya, kondisi awal yang baik tidak dipertahankan dengan baik.
Pemeliharaan berkala sangat penting dilakukan untuk mencegah kerusakan yang lebih parah di masa mendatang. Warga Perumahan Kirana berharap agar pemerintah lebih responsif terhadap keadaan yang mereka alami, terutama dalam hal infrastruktur penanganan banjir.
Tindakan untuk memperbaiki infrastruktur sungai dan tandon air tidak hanya bermanfaat untuk satu daerah, tetapi akan memberikan dampak positif bagi keseluruhan wilayah. Hal ini akan meningkatkan daya tahan masyarakat terhadap bencana alam yang semakin sering terjadi.


