www.arahberita.id – Dalam dunia pemerintahan, transparansi dan akuntabilitas menjadi pilar penting dalam menghadirkan kebijakan yang berkeadilan. Hal ini diungkapkan oleh pengamat kebijakan publik Adib Miftahul mengenai pernyataan kontroversial dari Plt. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Febes Mulyono. Ia menyatakan bahwa sosialisasi terkait penerapan tarif pajak untuk pedagang kaki lima (PKL) tidak dilakukan atas instruksi Bupati Sudewo, menimbulkan banyak tanda tanya.
Adib menyebut pernyataan tersebut sebagai sebuah usaha untuk melindungi posisi pimpinan, dan menganggapnya tidak logis. “Seorang pejabat pelaksana tugas tidak mungkin dapat melaksanakan kegiatan tanpa adanya arahan dari atasannya,” ujarnya. Ini menunjukkan adanya celah dalam komunikasi dan pengambilan keputusan di lingkungan pemerintah lokal.
Menimbulkan reaksi keras dari masyarakat, situasi ini berpotensi memicu ketidakpuasan yang lebih besar. Terlebih, kenaikan tarif pajak hingga 250 persen untuk PKL dianggap sebagai langkah yang membebani perekonomian masyarakat. Untuk itu, penting bagi pemerintah untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang diterapkan benar-benar mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat.
Pertentangan Antara Kebijakan dan Respons Masyarakat
Menarik untuk dicermati bagaimana sikap Bupati Sudewo dalam menghadapi situasi ini. Menurut Adib, tindakan Bupati yang tampak menghindar dari tanggung jawab saat warga melakukan aksi protes adalah sebuah refleksi dari sikap kepemimpinan yang tidak sah. Ini menunjukkan kurangnya kepedulian terhadap bawahannya maupun masyarakat yang terdampak.
Bupati Sudewo justru terkesan ingin melindungi diri sendiri. Pasalnya, ia tidak hanya absen dalam mendengarkan keluhan, tetapi juga tidak menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan masalah. Sebagai pemimpin, seharusnya ia berupaya untuk berkomunikasi secara langsung dan mendengarkan apa yang menjadi kekhawatiran masyarakat.
Masyarakat pun menggambarkan situasi ini sebagai pemimpin yang tidak bertanggung jawab. Ketidakadilan dalam penerapan pajak sebenarnya menguntungkan segelintir orang, sedangkan banyak warga kecil terpontang-panting di tengah kebijakan yang memberatkan. Ini adalah tantangan bagi pemerintah untuk menciptakan kebijakan yang inklusif dan adil.
Pentingnya Akuntabilitas Dalam Kebijakan Publik
Kebijakan publik yang tepat seharusnya selalu melibatkan partisipasi masyarakat. Dalam hal ini, jika pemerintah tidak melibatkan suara rakyat, maka kebijakan akan menjadi cenderung sepihak. Adib mengingatkan bahwa pemimpin yang baik adalah pemimpin yang berani mendengarkan kritik, bukan menghindar.
Penerapan pajak yang berat bisa menciptakan gap yang lebih lebar antara pemerintah dan masyarakat. Jika pemerintah tidak mengedepankan transparansi dalam setiap kebijakan, maka kepercayaan publik terhadap mereka akan berkurang secara drastis. Oleh karena itu, harus ada usaha nyata untuk memperbaiki komunikasi ini.
Bupati Sudewo seharusnya memahami bahwa tujuan pajak adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan justru membebani mereka. Dengan melakukan pendekatan yang lebih inklusif dan mempertimbangkan masukan masyarakat, kebijakan tersebut dapat berfungsi dengan baik tanpa menghadirkan konflik.
Menilai Ciri-Ciri Kepemimpinan yang Baik dan Bertanggung Jawab
Seorang pemimpin yang baik mampu mengatasi kritik dan berusaha untuk memperbaiki keadaan. Dalam hal ini, Adib menilai bahwa kepemimpinan Bupati Sudewo tidak mencerminkan sifat tersebut. Ketika ada masalah, sebaiknya pemimpin turun tangan untuk mencari solusi, bukan malah lari dari tanggung jawab.
Jelas bahwa pemimpin yang legowo dan transparan menciptakan lingkungan yang baik bagi masyarakat. Ketidakbertanggungjawaban dalam menjalankan kebijakan akan menciptakan distrust dan memperburuk hubungan antara pemerintah dan rakyat. Di sinilah pentingnya seorang pemimpin memahami tugasnya dengan segala konsekuensinya.
Pemimpin juga harus bersedia untuk bertindak berdasarkan kepentingan publik, bukan kepentingan pribadi. Dalam konteks kebijakan pajak yang memberatkan PKL, penting untuk mengedepankan dialog dengan komunitas untuk menemukan solusi yang saling menguntungkan. Memahami dinamika ini adalah langkah awal menuju perubahan positif.


