www.arahberita.id – Kejaksaan Agung Republik Indonesia baru-baru ini mengumumkan berita duka mengenai meninggalnya mantan Wakil Jaksa Agung, Darmono, pada Senin, 6 Oktober 2025. Kematian almarhum tidak hanya menciptakan kehilangan bagi keluarganya, tetapi juga bagi banyak kolega dan rekan kerja di institusi penegakan hukum.
Berita tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang, yang memastikan bahwa mantan pejabat tinggi tersebut meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan. Meskipun ada kabar mengenai keterlibatan sakit yang diderita, detail mengenai penyakit yang menggerogoti kesehatan Darmono tidak dipublikasikan.
Informasi lebih lanjut menyebutkan bahwa Darmono akan disemayamkan di rumah duka yang berlokasi di Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Keberadaan rumah duka ini menjadi tempat bagi kerabat dan sahabat untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Mengenang Sosok Darmono dan Kontribusinya di Kejaksaan
Darmono lahir di Klaten, Jawa Tengah, pada 5 Juni 1953, dan merupakan individu yang terkenal dengan dedikasinya dalam dunia hukum. Setelah menempuh pendidikan sarjana hukum di Universitas Islam Indonesia di Yogyakarta, dia melanjutkan studi hingga meraih gelar doktor di Universitas Padjadjaran Bandung.
Karir Darmono di dunia hukum dimulai pada tahun 1981 ketika ia menjabat sebagai Kepala Seksi Operasi di Kejaksaan Negeri Raba, Bima, Nusa Tenggara Barat. Sejak itu, ia terus menanjak, menempati berbagai posisi strategis di dalam institusi, memperlihatkan kemampuan dan integritas yang patut dicontoh.
Selama meniti karier, Darmono mengisi beberapa jabatan penting, termasuk Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat dan DKI Jakarta. Ia juga pernah menjabat sebagai Inspektur Pidana Khusus dan Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI, menunjukkan multitalenta yang dimilikinya dalam institusi tersebut.
Perjalanan Karir dan Jabatan Strategis yang Pernah Disandang
Satu langkah penting dalam karir Darmono adalah saat ia diangkat menjadi Wakil Jaksa Agung pada tahun 2009. Posisi ini menandai pencapaian tinggi dalam karirnya, menunjukkan kepercayaaan pimpinan terhadap kemampuannya dalam memimpin dan mengelola kasus-kasus keadilan di Indonesia.
Tidak hanya itu, pada tahun 2010, dia sempat dipercaya untuk mengisi jabatan Pelaksana Tugas Jaksa Agung. Keberanian dan kompetensi yang ia tunjukkan pada masa itu mencerminkan kemampuannya dalam mengelola situasi yang sulit dan membuat keputusan penting.
Selama menjabat, Darmono dikenal sebagai sosok yang peka terhadap perkembangan hukum dan permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat. Ia aktif berkolaborasi dengan berbagai lembaga untuk meningkatkan kinerja sistem peradilan Indonesia.
Warisan yang Ditinggalkan dan Dampaknya pada Dunia Hukum
Warisan yang ditinggalkan oleh Darmono dalam dunia hukum di Indonesia sangat berarti dan akan selalu dikenang. Terutama bagi generasi muda, dia menjadi simbol integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas mulia sebagai penegak hukum.
Dalam perjalanan karirnya, ia banyak menginspirasi rekan-rekannya untuk terus berinovasi dan berusaha memajukan sistem peradilan. Darmono selalu mengingatkan pentingnya keadilan dan transparansi di setiap aspek hukum, hal ini menjadi doktrin yang dipegang oleh banyak alumnus Kejaksaan.
Penting bagi semua untuk mengenang proses dan dedikasi yang telah ditunjukkan almarhum selama hidupnya. Semua yang pernah berinteraksi dengannya merasakan semangat yang selalu ia bawa dalam menjalankan tugas-tugasnya sebagai jaksa.


