www.arahberita.id – Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia, Komjen Suyudi Ario Seto, menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika. Ia menyampaikan pandangannya dalam sebuah kuliah umum di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, dengan harapan agar institusi pendidikan tinggi dapat berfungsi sebagai garda terdepan dalam memerangi masalah narkoba.
Dalam presentasinya, Suyudi Ario Seto menyatakan bahwa pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam aspek akademis tetapi juga bersih dari pengaruh narkotika. Ia menekankan bahwa keberadaan narkoba di lingkungan kampus seharusnya menjadi perhatian serius bagi semua pihak.
Dia menambahkan bahwa Undang-Undang Pendidikan Tinggi menegaskan mahasiswa harus dibentuk menjadi individu berkualitas. Suyudi mengingatkan bahwa kualitas pendidikan sangat dipengaruhi oleh kenyataan bahwa mahasiswa tidak terjebak dalam penyalahgunaan narkoba.
Pentingnya Kesadaran Mahasiswa terhadap Ancaman Narkoba
Dia juga mengungkapkan bahwa kampus tidak lagi hanya sebagai tempat belajar, melainkan telah menjadi target peredaran narkoba. Peristiwa pada 7 Oktober 2025, di mana lebih dari 12.000 obat keras berhasil diamankan di kantin kampus oleh Polda Banten, menjadi bukti nyata dari fenomena ini.
Suyudi menegaskan bahwa jaringan narkoba beroperasi dengan strategi agresif untuk membidik generasi muda. Hal ini menunjukkan tren yang mengkhawatirkan, di mana para pengedar tidak lagi memandang tempat sebagai penghalang dalam menjalankan bisnis mereka.
Lebih lanjut, Suyudi mengungkapkan tragedi besar yang terjadi di Rio de Janeiro, yang menewaskan 121 orang dalam operasi pemberantasan kartel narkoba. Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa dalam perang melawan narkotika, nilai kemanusiaan harus tetap dijunjung tinggi.
Perang Melawan Narkoba dan Prinsip Humanisme
“War on Drugs for Humanity” telah menjadi prinsip BNN, sesuai dengan pernyataan Suyudi. Dalam konteks itu, ia menekankan pentingnya kebijakan yang tegas terhadap para pengedar sambil tetap memperhatikan hak-hak pengguna narkoba sebagai manusia.
Dalam menjelaskan konteks nasional, Suyudi menyatakan bahwa pemberantasan narkoba menjadi agenda strategis untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Melalui program Asta Cita, pemerintah menetapkan isu narkoba sebagai prioritas, terutama untuk melindungi generasi muda yang merupakan besarnya bonus demografi.
Jika generasi muda dirusak oleh narkoba, katanya, maka peluang untuk maju menjadi beban bagi pembangunan bangsa. Oleh sebab itu, langkah-langkah pencegahan harus dilaksanakan secara efektif dan menyeluruh.
Strategi BNN untuk Mengatasi Penyalahgunaan Narkotika
BNN, menurut Suyudi, memiliki lima fokus kebijakan strategis untuk periode 2025–2029. Pertama, tindakan pencegahan melalui program Sekolah Bersinar dan Kampus Bersinar, serta pembentukan ribuan duta anti-narkoba di berbagai tingkatan.
Kedua, ada upaya pemberantasan yang dilakukan secara tegas dan profesional. Suyudi merinci hasil operasi terpadu yang dilakukan pada 5–7 November 2025, yang berhasil menangkap 1.259 tersangka dan menyita berbagai barang bukti, termasuk narkoba seberat 126,3 kg. Ini menunjukkan komitmen BNN untuk mengintensifkan operasi mereka ke seluruh penjuru provinsi.
Fokus ketiga mencakup rehabilitasi yang ramah dan mudah diakses. Saat ini, terdapat 865 fasilitas rehabilitasi di Indonesia, di mana 216 dikelola oleh BNN, dan sisanya dikelola oleh mitra yang sesuai dengan standar. Survei terbaru menunjukkan prevalensi penyalahgunaan narkotika mencapai 1,73% atau sekitar 3,3 juta penduduk.
Peran Mahasiswa Sebagai Agen Perubahan
Di akhir paparannya, Suyudi Ario Seto mengajak mahasiswa untuk menjadi agen perubahan dalam melawan penyalahgunaan narkoba. “Perguruan tinggi adalah benteng terakhir bangsa. Jika kampus kuat, maka Indonesia akan kuat,” ujarnya.
Selain itu, ia mengatakan bahwa keterlibatan aktif mahasiswa dalam pencegahan adalah kunci untuk menciptakan generasi yang bebas dari pengaruh negatif narkoba. Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan cita-cita untuk memiliki generasi emas dapat terwujud.
Suyudi menekankan, bersama-sama kita bisa mewujudkan masa depan yang lebih baik, di mana generasi muda dapat berkembang tanpa hambatan dari penyalahgunaan narkotika. Diharapkan dengan langkah-langkah strategis ini, Indonesia akan tampil lebih baik di masa depan.


