www.arahberita.id – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Jaringan Pemberdayaan Warga Sejati (Jayagati) Banten tengah bersiap untuk mendeklarasikan Organisasi Masyarakat (Ormas) Anti Premanisme. Acara ini direncanakan berlangsung dalam rangka peringatan Milad ke-1 Jayagati, yang akan dilaksanakan di Gedung Bangkit, Rangkasbitung, pada hari Jumat, 13 Juni 2025.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Pelaksana Milad ke-1 Jayagati Banten, Deden M Fatih. Dalam komentarnya, ia menjelaskan bahwa DPP Jayagati bersama sejumlah ormas lainnya akan melakukan deklarasi Ormas Anti Premanisme pada momentum Milad tersebut. Hal ini menunjukkan keseriusan Jayagati dalam menangani isu premanisme di wilayah Lebak.
Komitmen Terhadap Pemberantasan Premanisme
Menurut Deden, deklarasi ini sangat penting sebagai sikap tegas dari DPP Jayagati Banten untuk menolak segala bentuk aksi premanisme yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat. Aksi premanisme ini tidak hanya mengganggu ketenangan warga, tetapi juga berdampak negatif terhadap iklim investasi di daerah tersebut.
Dalam wawancaranya, Deden juga menekankan bahwa di Lebak, masyarakat tidak perlu hidup dalam ketakutan akibat tindakan premanisme. “Kita tentu tidak ingin adanya aksi-aksi premanisme yang mengganggu masyarakat. Dampak buruknya berpotensi membuat investor enggan menanamkan modal di sini,” jelasnya. Hal ini menunjukkan bahwa peran ormas dalam menjaga ketertiban sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi semua.
Peran Masyarakat dalam Mencegah Premanisme
Deklarasi Ormas Anti Premanisme tidak hanya menjadi upaya dari Jayagati, tetapi juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menciptakan kondisi yang aman. Deden menegaskan bahwa ormas ini terdiri dari individu-individu dengan berbagai latar belakang, termasuk politisi, pengusaha, hingga aktivis. Semua anggota berkomitmen untuk bersama-sama mendukung langkah-langkah pemerintah dalam menjaga keamanan.
“Kami mendukung upaya kepolisian dalam memberantas tindakan premanisme. Keberadaan ormas ini menjadi jembatan antara masyarakat dan aparat, sehingga jika ada tindakan premanisme yang terjadi, masyarakat tidak ragu untuk melaporkannya,” pungkasnya. Ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara berbagai elemen untuk mewujudkan lingkungan yang damai dan kondusif.


