www.arahberita.id – Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama yang ke-80 dilaksanakan dengan sangat khidmat di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Kabupaten Tangerang pada hari Sabtu, 2 Januari 2026. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antar instansi, serta menjaga kerukunan antar umat beragama.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tangerang, Akhmad Jubaedi, membuka rangkaian kegiatan ini dengan sebuah upacara resmi yang diikuti oleh senam bersama. Rangkaian acara dalam HAB ke-80 ini tidak hanya sekadar seremoni, tetapi juga mencakup program Rumah Ramah Ibadah, yang menjadi salah satu inisiatif penting dalam memfasilitasi tempat beribadah yang nyaman bagi masyarakat.
Aktivitas ini dilanjutkan dengan aksi sosial yang melibatkan masyarakat, seperti donor darah dan layanan kesehatan. Aksi sosial semacam ini diharapkan dapat memberi manfaat langsung kepada masyarakat dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan serta kepedulian terhadap sesama.
Akhmad Jubaedi menekankan bahwa di tahun 2026, sinergitas antara Kemenag dan Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang akan terus dipererat. Kerja sama timbal balik ini sangat penting dalam mengoptimalkan pelayanan kepada umat, dan sekaligus menjaga stabilitas kerukunan umat beragama di daerah tersebut.
“Sinergi dengan semua pihak merupakan kunci untuk menjaga kerukunan antar beragama,” ungkapnya. Dia juga menambahkan bahwa kerukunan dapat terjalin ketika setiap individu saling menghargai dan menghormati perbedaan yang ada di masyarakat.
Komitmen Bersama dalam Membangun Kerukunan Umat Beragama
Akhmad Jubaedi mengajak semua tokoh agama dan jajaran Pemerintah Daerah untuk menjaga kekompakan. Upaya bersama ini akan menjadi fondasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada umat dan masyarakat secara lebih efektif. Kebersamaan adalah langkah pertama untuk mencapai tujuan yang lebih besar dalam hal kerukunan.
“Rapatkan barisan, perkuat soliditas, dan jaga daerah kita bersama,” tambahnya. Poin ini menekankan pentingnya kerjasama lintas sektoral dalam menciptakan suatu kondisi yang harmonis di tengah keragaman yang ada.
Di tengah zaman yang serba cepat ini, penting bagi semua pihak untuk memanfaatkan perbedaan sebagai kekuatan. Perbedaan agama, suku, dan ras seharusnya tidak menjadi penghalang, melainkan sebuah identitas yang menyatukan dalam rangka membangun bangsa yang lebih baik.
“Bhinneka Tunggal Ika harus menjadi prinsip yang kita pegang bersama,” ujarnya dengan penuh semangat. Dalam konteks ini, Akhmad Jubaedi ingin menegaskan bahwa keberagaman adalah anugerah yang harus dijaga dan dirayakan.
Perlunya Masyarakat yang Harmonis dan Sejahtera
Dalam sambutannya, Akhmad Jubaedi menyampaikan bahwa kondisi moderasi dan kerukunan beragama di Kabupaten Tangerang sangat kondusif. Masyarakat dapat hidup berdampingan meskipun memiliki latar belakang yang berbeda, dan ini harus dipertahankan serta ditingkatkan.
Namun, dia juga mengingatkan bahwa kedamaian tidak datang dengan sendirinya. Perlu ada usaha aktif dari semua pihak untuk menjaga perdamaian, salah satunya melalui dialog antar agama dan kegiatan sosial yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat.
“Di tahun 2026 ini, mari kita terus memperkuat sinergi kita agar tercipta kehidupan yang semakin harmonis,” tegasnya. Sikap proaktif dalam menjaga kerukunan adalah suatu keharusan agar masyarakat merasa aman dan nyaman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Kerukunan umat beragama tidak hanya menjadi tanggung jawab Kementerian Agama, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Setiap individu berperan penting dalam menciptakan lingkungan yang kondusif untuk semua.
Menjaga Keberagaman sebagai Fondasi Persatuan
Dia menutup pidatonya dengan harapan agar semua pihak dapat bersatu padu dalam menjaga keberagaman. Dengan menerapkan prinsip saling menghargai, diharapkan akan terjalin ikatan yang kuat antara komunitas berbeda di Kabupaten Tangerang.
Pendidikan interaksi sosial di lingkungan masyarakat juga menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat kerukunan. Pengajaran nilai-nilai kebersamaan sejak dini akan melahirkan generasi yang lebih toleran dan pengertian.
Penting bagi kita semua untuk terus berupaya menciptakan iklim yang mendukung. Kesadaran akan keragaman yang ada harus ditumbuhkan, sehingga tidak ada lagi tempat untuk tindakan intoleransi dalam bentuk apapun di masyarakat.
Dengan komitmen dan usaha bersama, visi untuk menciptakan kehidupan yang harmonis dan sejahtera di Kabupaten Tangerang dapat terwujud. Kerjasama antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat adalah kunci untuk mencapai tujuan tersebut.


